Jawa Timur Sandingkan Gelar Grand Final LA Lights Campus League 2012
Jawa Timur Sandingkan Gelar Grand Final LA Lights Campus League 2012
Sun, 06 May 2012 | 10:44
Teks : Neilson Gautama
Dibaca : 17.312 kali

SPORTKU.COM - Jakarta, 6 Mei 2012 – Jawa Timur sandingkan gelar Grand Final LA Lights Campus League 2012 yang berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta dari tanggal 1 s/d 5 Mei 2012. Jawa Timur kembali menjadi kiblat bola basket Nasional yang harus diwaspadai bagi lawan-lawannya. Hal tersebut dibuktikan dengan direbutnya gelar juara putra dan putri, ajang kompetisi bola basket nasional antar universitas, LA Lights Campus League tahun 2012 ini.

Musim sebelumnya, tahta tersebut direbut oleh tim universitas asal ibukota yakni Perbanas yang berhasil menyandingkan gelar juara putra dan putri. Namun di tahun 2012 ini, dua universitas Jawa Timur yakni Brawijaya Malang (putri) dan Ubaya (putra) menjadi yang terbaik setelah menaklukkan lawan-lawannya di fase Grand Final.

Babak Grand Final La Lights Campus League 2012, diikuti oleh delapan peserta universitas putra dan putri terbaik, hasil dari penyisihan babak regional yang telah dilangsungkan sebelumnya di masing-masing kota.

Di kategori putri, empat tim mengisi pool X yakni: Universitas Negeri Jakarta, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Pendidikan Nasional, dan Universitas Atmajaya Yogya.

Pool Y dihuni oleh: Universitas STEI Indonesia Jakarta, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Dipenogoro Semarang, dan Ubaya Surabaya.

Sementara di bagian putra, pool A terdiri dari: Ubaya Surabaya, STIE Bhakti Pembanguna Jakarta, ITHB Bandung, dan UII Yogya. Di pool B terdiri dari: Universitas Maranatha Bandung, Airlangga Surabaya, Untar Jakarta, dan Atmajaya Yogya.

FINAL PUTRI
Babak final putri mempertemukan dua tim Jawa Timur yakni Brawijaya Malang [yang berhasil menyingkirkan Unpad di babak semifinal sehari sebelumnya] melawan tim kuat Ubaya [yang lolos setelah berhasil meredam Atmajaya Yogya].

Ubaya menurunkan starting fivenya yakni: Viona Friliantie (nomor punggung 7), Jessica (9), Lovina Wijaya (12), Mega Perdana Putri (14) dan Ratih (15). Ubaya langsung bermain agresif dengan menekan paint area Brawijaya yang dimotori oleh dua guard lincah mereka yakni Cynthia Dewirani (nomor punggung 4) dan kapten tim Mey Putri Diana (5).

Hasilnya quarter pertama menjadi milik Ubaya yang diarsiteki oleh pelatih kepala Wellyanto Pribadi, skor 11-4. Pada quarter kedua, lagi-lagi Ubaya berhasil mendikte permainan lawannya.Permainan kombinasi drive dan begitu kuatnya bola rebound Ubaya menjadikan Brawijaya mencoba mencari celah di area tiga angka yang kerap dilakukan oleh Cintya dan Mey Putri. Namun upaya tersebut belum mampu mengimbangi permainan kolektif Ubaya. Hingga kuarter kedua berakhir, kapten tim Ubaya, Mega Perdana Putri, mampu memimpin rekan-rekannya lewat 9 points dan 7 reboundnya. Kedudukan saat half time adalah 18-10 bagi keunggulan Ubaya.

Momentum kebangkitan Brawijaya terjadi di babak kedua. Upaya tidak mengenal lelah dan strategi bermain fast break yang diinstruksikan oleh pelatih Brawijaya, Ari Surya, akhirnya mampu menipiskan ketertinggalan mereka atas Ubaya menjadi 26-22.

Kuarter terakhir seakan menjadi panggung drama pembuktian, khususnya bagi kapten tim Brawijaya Mey Putri Diana, yang berkali-kali mampu mencuri bola lawan serta mencetak poin demi poin untuk timnya.

Mey Putri Diana pulalah yang menghukum Ubaya dengan kejelian visi permainnya. Mey mengundang decak kagum penonton yang menyaksikan langsung babak final putri ini. Lewat sebuah serangan fast breaknya, akhirnya Brawijaya berhasil leading atas Ubaya untuk pertama kalinya di sisa paruh waktu 1 menit, skor 35-34 untuk Universitas asal kota Malang itu.

Puncaknya di sisa waktu 47 detik lagi, ia mengirimkan assist kepada tandemnya Cinthya Dewi Iriani yang melesatkan tembakan tiga angka, serta mengamankan gelar juara Putri untuk Brawijaya Malang yang menutup pertandingan dengan skor akhir 38-36.

“Kami bermain dengan semangat juang yang tinggi, meski kami selalu kalah atas Ubaya di tiga kuarter. Saya hanya menginstruksikan agar terus bermain cepat dan memanfaatkan celah tembakan tiga angka karena rapihnya pertahanan lawan,” ujar asisten pelatih Brawijaya Malang, Ari Surya.

Menanggapi kekalahan tersebut, pelatih putri Ubaya - Wellyanto secara sportif mengakui keunggulan lawannya.
“Dua hari terakhir ini fisik pemain saya terkuras dan saya akui hal itu mempengaruhi penampilan tim kami khususnya di kuarter terakhir. Sementara guard mereka, Mey Putri Diana, bermain dengan semangat juang yang baik dan ditopang dengan fisik yang baik,” ujar Wellyanto.

Perolehan angka tertinggi Brawijaya Malang diraih oleh Mey Putri Diana dengan 14 points, dan ditambah dengan 6 steals. Dari kubu Ubaya, Mega Perdana Putri menjadi top skor bagi timnya dengan 20 points dan 14 rebounds. Statistik tersebut sekaligus menghantarkannya menjadi pemain terbaik di kategori putri selama fase babak Grand Final yang sudah dilangsungkan dari tanggal 1 Mei 2012 lalu.

FINAL PUTRA
Sadar akan tekanan penonton suporter tuan rumah dan juga lawan berat membuat Welly, pelatih tim putra Ubaya, menginstruksikan skuadnya untuk bermain lepas dan menikmati permainan.

Ubaya tampil dengan formasi Point Guard Bryant (5), Ahmad Guntoro (7), Small Foward Youry Salampessy(14), Shooting Guard Wisnu Ngurah (18), serta center andalan mereka Ade Devucanazier (15).Adapun lawan mereka STIE BP menurunkan starting five: Rizky(7), Reiner (9), Khaerum (12), Karl Heinz (13) dan Eka Putra Hirnando (14).

Kuarter pertama menjadi milik BP yang dilatih oleh Benedict Nicollo, skor 14-11. Namun Ubaya bangkit di kuarter berikutnya, skor 29-25 untuk Ubaya. Di babak kedua, upaya BP untuk mencoba bermain cepat dan menyusul perolehan angka ternyata menjadi bumerang karena kerap melakukan turnover.

Taktik bongkar pasang dengan merotasi pemain yang dilakukan coach Beni pun tidak berjalan dengan baik. Sebaliknya, Ubaya sangat mengendalikan permainan dengan kontribusi bola yang diperagakan dengan baik oleh point guard Bryant [yang juga mengukuhkan 20 poin di pertandingan ini].

Namun tidak hanya Bryant yang menjadi aktor utama kemenangan Ubaya. Dua pemain lainnya Ngurah Wisnu dan center andalan Ubaya, Ade Devucanizer, bermain cukup dominan. Sepertinya ada chemsitry dalam pembagian tugas antara penyerangan dan pertahanan Ubaya.

Jika penyerangan dibebankan oleh Bryant dan Ngurah Wisnu, maka pertahanan menjadi pekerjaan rumah Devucanizer yang malam itu berhasil membukuhkan 15 rebound dan kerap membuat frustasi para pemain BP jika berhadapan di area pertahanan Ubaya.

Bakti Pembangunan sebenarnya mencoba bangkit di babak kedua lewat motor serangannya: Rizky Amrullah dan Karl Heinz Leonhart. Namun buruknya penyelesaian akhir mereka khususnya di kuarter keempat, menjadikan pola skema permainan mereka begitu mudah untuk dibaca Ngurah Wisnu dan kawan-kawannya.Hal ini membuat Ubaya berada di atas angin dan bermain lepas.

Hasilnya Ngurah Wisnu pun berhasil melesatkan 25 points dan 8 rebounds, sekaligus menghantarkan pemain yang mengidolai pebasket Dwyane Wade (Miami Heat) dan Wisnu Arki (Satria Muda) ini didaulat sebagai pemain terbaik Campus League 2012 di bagian Putra.

Pelatih kepala universitas Ubaya, Wellyanto Pribadi, nampaknya tidak terlalu lama larut dalam kekecewaan setelah akhirnya mampu menghantarkan tim putra Ubaya menjadi kampiun di bagian putra, dengan mengalahkan lawannya universitas Bakti Pembangunan Jakarta di final Campus League 2012 dengan skor 63-45.

“Kami bermain sangat tegang, sementara anda bisa melihat para pemain Ubaya begitu menikmati game kali ini. Sejak awal saya menginstruksikan tim saya untuk bermain cepat, namun rapih. Sayangnya kami terlalu terburu-buru melakukan serangan. Tapi saya pribadi puas karena 90% pemain saya baru pertama kali merasakan final nasional seperti ini,” papar pelatih Bhakti Pembangunan Benedict Nicollo yang juga menganalisa kekalahan timnya karena dominannya pemain Ubaya, Bryant yang membongkar timnya di dua kuarter awal.

Menanggapi kemenangan ini, Wellyanto akhirnya bisa tersenyum lepas dan tidak lupa memuji mental para pemainnya yang bermain lepas dan mengikuti game plan yang telah disusunnya. “Sebenarnya para pemain saya sedikit gentar berhadapan dengan Bakti Pembangunan. Namun sejak awal saya tekankan untuk bermain dengan gembira dan lepas,” jelas Wellyanto.

Sukses hajatan LA Lights Campus League 2012 juga mendapat apresiasi lebih dari para pelatih dan pemain.“Saya salut dengan adanya kompetisi seperti ini. Kita bisa melihat banyak tim universitas yang sebelumnya tidak diperhitungkan seperti Tarumangera dan Maranatha, tiba-tiba bisa berprestasi di ajang ini. Hal ini membuktikan bahwa kesempatan level pertandingan yang kompetitif membuat tim-tim universitas akan terus berbenah, agar mereka bisa menembus levelan elite pertandingan yang begitu kompetitif seperti Campus League. Tidak hanya bermanfaat bagi para pemain muda levelan universitas, namun bagi saya, ajang ini untuk mengasah kemampuan skill jam terbang saya dalam melatih dan memberikan kesempatan bagi para pelatih muda untuk bisa naik ke jenjang berikutnya,” ungkap Beni [sapaan akrab pelatih BP].

Sementara peraih MVP putri Mega Perdana Putri menilai Campus League merupakan kompetisi kompetitif yang sangat bagus bagi para pemain putri untuk mengasah diri. “Kita tahu kompetisi basket putri di tanah air sangat terbatas. Ajang ini bisa memberikan kesempatan bagi para pemain levelan mahasiswa dan khususnya pemain putri untuk bisa menambah jam terbang. Nantinya juga akan bagus untuk cikal bakal timnas putri kita ke depannya,’’ ujar Mega Perdana Putri.

Lebih lanjut lagi, ia pun terkesan dengan kepedulian LA Lights Campus League untuk memberikan apresiasi penghargaan individual seperti MVP, serta berharap akan adanya penambahan kategori lainnya seperti pemain bertahan terbaik, best rebounder, top skorer dan lainnya.

Brand Manager LA Lights, Maya Shintawati, mengakui ada perkembangan yang signifikan sejak dimulainya Campus League dari tahun 2007. Maya berharap sumbangsih LA Lights bisa sepadan dengan kemajuan perbasketan Nasional walaupun dalam level Universitas.

“Dari babak reguler, regional, hingga babak Grand Final, selalu ada laga yang berkualitas dan memiliki kejutan. Muncul juga bintang-bintang baru dalam level universitas. Saya berharap ke depannya, LA Lights Campus League bisa lebih baik lagi dalam segi apapun dan juga selaras dengan filosofi LA Lights yakni: Berani Enjoy! Berani untuk berprestasi di bidang yang mereka tekuni dan enjoy dalam melakoninya sehingga mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya!” ujar Maya.

Pagelaran Grand Final LA Lights Campus League 2012 juga disuguhi oleh penampilan entertaiment seperti pertandingan eksebisi tim All Star LA Lights Streetball 2011 melawan tim selebritis yang diperkuat oleh putri Indonesia Maria Selena, Bams Samson, Rico Ceper, streetballer handal Indonesia Richard a.k.a Insane, dan masih banyak lagi. Ada juga performance dari Iwa K dan Souldjah

Juara Grand Final LA Lights Campus League 2012
Kelompok Putri :
Juara 1    Brawijaya Malang - Rp 20.000.000
Juara 2    Ubaya Malang - Rp 10.000.000
Juara 3    Unpad Bandung & Atmajaya Yogya @ Rp 3.000.000

Kelompok Putra:
Juara 1    Ubaya - Rp 25.000.000
Juara 2    STIE Bakti Pembangunan - Rp 15.000.000
Juara 3    Atmajaya Yogya & Maranatha Bandung @ Rp 3.000.000

MVP Grand Final Putra [Ngurah Wisnu] dan Putri [Mega Perdana Putri] @ Rp 2.000.000

Basketball Babes
Bikini Basketball