NBL Indonesia 2011-2012 Seri Enam Jakarta: Pelita Jaya Esia VS Satria Muda Britama Jakarta
NBL Indonesia 2011-2012 Seri Enam Jakarta: Pelita Jaya Esia VS Satria Muda Britama Jakarta
Sun, 08 Apr 2012 | 00:05
Teks : Neilson Gautama
Dibaca : 143.997 kali

SPORTKU.COM - NBL Indonesia 2011-2012 seri enam Jakarta: Pelita Jaya [PJ] Esia VS Satria Muda [SM] Britama Jakarta. Kedua tim bermain dengan tensi tinggi, sama sekali tidak terlihat bahwa SM ingin melepas game ini, walaupun mereka sudah menjadi juara regular season NBL Indonesia 2011-2012.

Penonton pun tetap penuh memadati Hall A Senayan. Fans fanatik dari kedua tim pun bermunculan di venue pertandingan: SM Fanatics dan PJ Holics. Suasana seluruh hall basket pun semakin memanas karena kedua tim dikenal memiliki basis fans yang amat kuat di Jakarta. Panasnya bangku penonton seolah menular ke lapangan sehingga pertandingan pun berlangsung sangat amat emosional

PJ mendapat start cepat dengan unggul 21-14 atas SM di kuarter pertama. Guard Kelly Purwanto tidak bermain di pertandingan ini karena cedera.

Zone defense dari Satria Muda tidak bekerja begitu baik melawan Pelita Jaya, yang memasukkan tembakan-tembakan tiga angka dengan menempatkan dua sampai empat shooter mereka di luar [PJ memasukkan 9 dari 18 three points, SM hanya 3-14 di 3FG].

Untungnya SM mempunyai shooter andalan mereka sendiri, yaitu Bona [3-9 3FG, satu-satunya pemain SM yang berhasil memasukkan tembakan tiga angka pada pertandingan ini],. Walaupun Bona tidak memiliki dribble yang bagus untuk menciptakan situasi ataupun defense yang cukup, namun Bona telah berevolusi menjadi seorang shooter yang percaya diri dan bisa diandalkan Satria Muda Britama. Tiga kali Bona memasukkan three points dengan jarak jauh dari garis tiga angka ataupun ketika dijaga dengan tangan di depan muka Bona.

Pelita Jaya sempat unggul sampai 13 points [keunggulan terbesar mereka] atas Satria Muda di dua menit sisa kuarter tiga. Sebenarnya guard Pelita Jaya seperti Erik Sebayang, Ary Chandra, dan Dimas yang bertubuh kecil tidak bisa menghentikan Wisnu [18 points, 5-13 FG, 8-12 FT, 7 rebounds] yang mempunyai frame tubuh yang besar dan tenaga yang kuat. Coach Octa dari SM harusnya mengeksploitasi mismatch ini lebih lagi khususnya melawan PJ, dengan menggunakan Wisnu yang memang berposisi asli PG di Amerika.

Pelita Jaya sendiri menggunakan guard-guard cepat mereka untuk menerobos masuk ke pertahanan zone SM, dan mengkick out bola pada shooter mereka yang berdiri di luar. Guard PJ pun dimasikmalkan oleh coach Rastafari untuk bermain di open court dan menghasilkan points dari fast break, yang memang merupakan kekuatan mereka.

Angin permainan berhembus untuk PJ  di kuarter tiga dan empat. SM mencetak 30 points di kuarter dua dan tiga, sementara PJ mencetak 36 points pada selang waktu yang sama.

As usual, SM baru menggunakan Arki untuk bermain di low post di sisa lima menit kuarter keempat [biasanya Arki bermain di perimeter dari kuarter satu sampai tiga] dan giliran Palopo diturunkan Fari untuk menjaga Wisnu.

Margin 13 points keunggulan PJ nyaris lenyap di sisa 36 detik pertandingan, ketika pemain senior SM Welly Situmorang berhasil memasukkan mid range jumper, dan PJ kini hanya unggul satu angka saja. PJ gagal memasukkan bola di possesion berikutnya, dan Dimas malah memfoul Faisal yang bahkan belum sampai ke zona pertahanan PJ.

Dimas memiliki awareness yang buruk mengingat PJ sudah terkenal team foul, dan Faisal langsung melaju ke garis free throw. Dengan mental baja, Faisal berhasil memasukkan dua free throw di bawah tekanan, dan membawa SM unggul 66-65 di sisa 9 detik pertandingan.

Saat keadaan lagi genting seperti ini, coach Fari malah memasukkan........#27 Juliano Gandhi Sucipto?? Gandhi adalah pemain dengan menit bermain paling sedikit di tim Pelita Jaya dan Satria Muda [total satu menit 47 detik].

Gambling coach Fari tersebut ternyata membawa keuntungan untuk PJ ketika Gandhi berhasil mendapatkan dua free throw saat waktu pertandingan habis bersamaan dengan ketika Gandhi difoul Wellyanson Situmorang saat menshoot bola.

Sekarang semua ada di tangan Gandhi, kalau ia berhasil memasukkan dua free thrownya dan membawa PJ menang, ia akan membuat sang pelatih PJ terlihat jenius. Kalau tidak, ia akan disalahkan dan coach Fari pun akan terkena imbasnya.I need to remind you guys bahwa sepanjang pertandingan, Gandhi gagal memasukkan seluruh tembakannya dari lapangan [0-3 FG].

Dengan muka tersenyum, Gandhi berhasil memasukkan dua free throw dengan tenang dan membawa bench Pelita Jaya melompat kegirangan atas kemenangan mereka ini. Perasaan puas sepertinya tergambar jelas karena berhasil menjalani pertandingan dramatis yang berujung pada kemenangan.

Setelah musim lalu gagal menuntaskan dendamnya merengkuh gelar NBL (National Basketball League) 2011, dengan penuh semangat PJ mampu menekuk SM yang merupakan sang juara bertahan dengan skor akhir adalah 67-66. Poin terbanyak di kubu PJ sendiri dipegang dua shooting guard Ary Chandra dan Andy Batam dengan masing 14 points. Dari kubu SM, pemain rookie Arki Dikania Wisnu mengoleksi 18 angka.

“Saat lemparan pertama saya masuk, saya lega, kalaupun tembakan berikutnya nggak masuk, toh masih ada overtime.  Untunglah yang kedua juga masuk,” ucap Gandhi setelah laga. “Dalam pertandingan saya berusaha tidak terbebani. Memang tekanan penonton cukup berat. Saya juga sempat nervous dengan teriak-teriakan penonton. Syukurlah, kami akhirnya menang."

Dengan kemenangan ini pelatih PJ, Rastafari Holongbala mengaku ia merasa sangat lega dengan kemenangan itu. Pandangan berbeda pun dilontarkan pelatih SM, Octaviarro Romely Tamtelahitu yang mengatakan dirinya tidak terlalu risau dengan kekalahan ini. Menurutnya, laga sesungguhnya justru akan terjadi di Championship Series mendatang dan SM harus bersiap untuk persaingan yang mungkin semakin berat.

Basketball Gods sepertinya berpihak pada PJ kali ini, dan tentunya value Gandhi sebagai seorang pemain pasti akan naik setelah berhasil membawa kemenangan buat timnya di saat berada dalam tekanan tinggi. Congrats to PJ, congrats to Gandhi.

Basketball Babes
Bikini Basketball