Komunitas » NBA
Short URL:
Erick Thohir Adalah Orang Asia Pertama Yang Memiliki Klub NBA
Erick Thohir Adalah Orang Asia Pertama Yang Memiliki Klub NBA
Tue, 01 Nov 2011 | 01:06
Teks :
Dibaca : 54.232 kali
*
Embed code : Kaskus Embed Download

SPORTKU.COM - Pengusaha media asal Indonesia, Erick Thohir, menjadi orang asia pertama yang memiliki klub NBA ketika turut mengakusisi Philadelpia 76ers. Erick berharap, langkah yang dilakukannya akan membuka pintu untuk memajukan basket di Tanah Air.

Erick mengatakan, keterlibatannya di Sixers memang tidak lantas membuat pebasket Indonesia dapat berlaga pada NBA. Sebab, terdapat peraturan ketat bagi seorang pemain untuk meniti karier di Negeri Paman Sam itu. “Peraturannya sudah ada, yaitu lewat draft. Tapi, kalau apakah pemain Indonesia lebih mudah main di Amerika? Yes,” kata Erick.

Langkah yang dilakukan Erick adalah dengan menyekolahkan pemain yang masih berusia di bawah 16 tahun untuk bersekolah di Amerika Serikat. Pilihan dijatuhkan pada center tim nasional U-16 Indonesia, Vincent Rivaldi Kosasih.

Pebasket bertinggi badan dua meter tersebut memiliki potensi untuk menjadi pemain besar di masa mendatang. Erick pun sudah menyatakan rencananya pada ayah Vincent yang juga mantan center timnas Indonesia, Liu Tjie Tek. 

Vincent dipilih juga karena usianya masih muda. “Karena tidak mungkin mengirim pemain yang sudah kuliah. Kalau kirim pemain ke AS harus dari SMA. Masa SMA merupakan waktu bagi pelatih untuk melihat pemain-pemain berbakat,” ujar Erick.

Vincent diharapkan dapat bermain di Liga Basket Mahasiswa (NCAA) Divisi 1. “Mario Wuysang dulu main di NCAA Divisi 2, Arki Dikania Wisnu main di Divisi 3 NCAA. Saya bilang, ini bagus kalau bisa tembus,” kata Erick.

Tapi, Erick mengatakan, keberhasilan rencana ini tergantung pada kemauan Vincent. “Saya hanya membuka pintu. Bagaimana kesempatan itu bisa dimaksimalkan, semua berpulang pada pemainnya sendiri,” kata Erick.

Selain pengiriman pemain muda, Erick juga akan mengupayakan uji coba pertandingan antara tim Indonesia dengan tim di Amerika Serikat. “Karena itu, saya berharap ada semakin banyak orang seperti saya yang menciptakan kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia,” ujar dia.

nba, basket, asia, Indonesia, yang, Pertama, basket indonesia, Orang, Klub, Adalah, Memiliki, Sixers, 76ers, erick, Thohir, philadelhpia, erick thohir

Keterlibatan Erick dalam Sixers bermula ketika diundang menonton NBA All-Star 2011 di Staples Center, Los Angeles. Kala itu, seseorang mengenalkan Erick pada Jason Levien yang juga termasuk jajaran investor, Februari silam. “Dia menawari saya setelah mencari figur dari Asia yang memiliki bisnis baik dan cinta basket,” cerita Erick.

Setelah melakukan lima kali pertemuan yang digelar di Jakarta, Singapura, Los Angeles, dan New York, Erick akhirnya sepakat berinvestasi pada klub yang tiga kali juara NBA itu. Meski sudah menyiapkan dana, Erick dan konsorsium tersebut tidak lantas memiliki Sixers.

Sebab, NBA harus meneliti rekam jejak para investor. Pemeriksaan yang dilakukan NBA, yaitu untuk mengetahui apakah investor pernah mengalami kebangkrutan, terlibat kasus hukum, jenis bisnis, dan apakah terkait dengan perjudian.

“Jadi, pemeriksaannya bukan hanya siapa kita, tapi juga rekam jejaknya. Susah sekali approval itu. Enam bulan ini kurang enak tidur hingga satu pekan lalu saya dapat kabar,” cerita Erick.

Erick mengaku sangat senang memiliki sebuah klub yang berkompetisi di liga basket nomor wahid di dunia. “Saya suka bola basket, tapi tidak pernah terpikir atau mimpi punya tim NBA. Ini sangat luar biasa,” kata Erick.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Regulator NBA menyetujui penjualan saham tim Philadelphia 76ers dari Comcast-Spectator ke sebuh grup yang dipimpin oleh Joshua Haris. Harris menggandeng Erick dan 13 partner lainnya untuk membeli saham Sixers seharga 280 juta dolar (sekitar Rp 2,46 triliun).

Pemilik saham dalam grup tersebut di antaranya David Blitzer, yang juga merangkap co-managing owner dengan Harris, Adam Aron, pasangan selebritis Will Smith dan Jada Pinkett Smith, mantan agen pemain NBA Jason Levien, serta dua investor dari Indonesia, Handy Soetedjo dan Erick Thohir.

Forbes memperkirakan harga Sixers senilai 330 juta dolar, terbesar ketujuh belas di NBA.  Mereka punya kontrak dengan stasiun televisi kabel Comcast Sportsnet hingga 2029. 

Comcast-Spectacor tetap memiliki Wells Fargo Center.  Sixers akan berstatus sebagai penyewa di gedung tersebut setelah lockout berakhir.  Menurut Harris, belum ada rencana untuk membangun stadion khusus NBA, walaupun mereka sudah merancang tempat latihan baru.

“Saya dan para partner senang sekali bisa menjadi pemilik baru Sixers,” tutur Harris. “Menjadi bagian dari tim ini adalah suatu kehormatan.  Banyak hal yang perlu diperbaiki, tetapi kita punya sejarah yang kaya, dasar yang kuat, serta masa depan yang cerah.”

Joshua Harris adalah salah satu pendiri Apollo Management.  Menurut majalah Forbes, lulusan Wharton School of Business (University of Pennsylvania) dan Harvard Business School ini memiliki kekayaan sebesar $1.45 milyar.

“Pada akhirnya, Josh adalah pemimpinnya,” kata David Blitzer. “Dia adalah pendengar yang baik.  Dia akan mempertimbangkan pendapat-pendapat yang bagus, namun keputusan tetap berada di tangannya.”

Ed Snider, Presiden Comcast-Spectacor dan mantan pemilik Sixers selama lima belas tahun terakhir, mengumumkan bulan lalu bahwa kerugian yang cukup besar menyebabkan perusahan tersebut memutuskan menjual Sixers.

Nara sumber yang mengaku terlibat dalam penjual-belian Sixers bertutur pada Associated Press bahwa Sixers rugi sekitar $15 juta musim lalu.  Dia juga mengungkapkan bahwa tim ini sudah tidak menghasilkan keuntungan sejak musim 2001-2002, semusim setelah mereka mencapai NBA Finals.

“Ini adalah keputusan bisnis yang sangat berat bagi saya,” ujar Snider. “Sixers adalah satu keluarga, jadi rasanya sulit sekali mengucapkan selamat tinggal pada orang-orang yang telah bekerja bersama-sama setelah lima belas tahun.”

Di bawah kepemilikan Snider, Allen Iverson dan Sixers kalah dari Los Angeles Lakers di NBA Finals tahun 2001.  Sejak saat itu, mereka hanya terjebak dalam prestasi yang sedang-sedang saja.

Grup baru yang beranggotakan sembilan orang itu juga menunjuk Adam Aron, mantan presiden dan CEO dari Vail Resorts, sebagai CEO Sixers.  “Ini benar-benar impian yang jadi kenyataan,” kata Aron. “Saya tumbuh di Abington (dekat Philadelphia), jadi saya sudah menjadi fan Sixers sejak dulu.”

Aron berjanji untuk mendahulukan para fans, antara lain dengan memotong harga tiket untuk 9000 kursi sebanyak hampir 50 persen.  Mereka juga merilis situs NewSixersOwner.com yang tujuannya adalah meminta masukan fans tentang cara memotivasi kembali fan base Sixers. Manajemen Sixers juga membuat marketing campaign baru yang bertema: "Passionate. Intense. Proud."

Dari segi minat dan kehadiran penonton, Sixers tertinggal dari Phillies (MLB), Eagles (NFL), dan Flyers (NHL).  Para pemilik yang baru mengerti bahwa mereka harus memenangkan kembali fan base Sixers seperti halnya mereka harus memenangkan pertandingan.

Manajemen yang baru juga telah memutuskan untuk memberikan presiden Rod Thorn posisi General Manager [GM] dan memecet Ed Stefanski. Grup Harris membeli Sixers saat NBA tengah dilanda lockout.  Dua minggu pertama dari musim ini sudah dibatalkan.  “Kami mencoba untuk berjalan seperti normal,” ungkap Rod Thorn, presiden tim Sixers.

Jrue Holiday, Evan Turner, Jodie Meeks, dan Thaddeus Young membentuk tim inti yang menjanjikan bersama para veteran Elton Brand dan Andre Iguodala. Sebelum lockout, daftar gaji Sixers seharusnya sebesar $55 juta, termasuk $17 juta untuk Brand dan $13.5 juta untuk Iguodala. Harris menegaskan bahwa dia bersedia membayar luxury tax kalau itu termasuk dalam kesepakatan gaji yang baru.

Bila musim kembali dimulai, bukannya tidak mungkin Will Smith, aktor dan rapper terkenal, akan datang menonton Sixers di stadion.  Smith berasal dari Philadelphia dan merupakan alumnus Overbrook High School.

Evan Turner menulis di Twitter, “Keren juga Fresh Prince jadi salah satu pemilik baru.  Mungkin Willow bisa manggung waktu halftime.” 

Basketball Babes
Bikini Basketball