Komunitas » Basket Nasional
Short URL:
Latihan Timnas Basket Putra Indonesia 2011 dengan WBA 20 Juli 2011
Latihan Timnas Basket Putra Indonesia 2011 dengan WBA 20 Juli 2011
Tue, 06 Sep 2011 | 15:06
Teks :
Dibaca : 25.266 kali
*
Embed code : Kaskus Embed Download

SPORTKU.COM - Kali ini, tim Sportku.com akan mengupas latihan timnas basket putra Indonesia 2011 bersama World Basketball Academy atau WBA, yang dilangsungkan tanggal 20 Juli 2011 kemarin.

Pelatih WBA berasal dari Australia. Sebelum pelatih Australia datang ke Indonesia, tim basket putra Indonesia sudah pernah berlatih bersama WBA di Perth beberapa waktu yang lalu.

Latihan timnas basket putra bersama WBA ini diselenggarakan selama dua sesi [pagi dan sore] dari tanggal 18 sampai dengan 22 Juli 2011 di Hall A Senayan.

Latihan sore yang kami kunjungi berlangsung dari jam 2-5 sore. Namun karena performa timnas basket putra Indonesia tahun 2011 berlangsung dengan baik pada latihan tanggal 20 Juli 2011, pelatih Australia mengakhiri sesi latihan lebih cepat [latihan dibubarkan jam 4 sore].

Latihan yang diberikan oleh pelatih WBA ini, tidak hanya bertujuan untuk mempersiapkan timnas basket putra menjelang Sea Games 2011 mendatang. Latihan dari WBA memiliki tujuan untuk membentuk kedisiplinan para pemain timnas basket putra.

"Sebenarnya latihan di Indonesia tidak jauh berbeda sih apa yang dikasih ketika latihan di Perth sama disini. Tapi kalau disini, kondisi lapangan dan iklim aja yang membuat berbeda," tegas Rony Gunawan. "Disana kan udaranya dingin, jadi sehabis latihan, kita disuruh langsung nyebur masuk ke kolam air dingin."

"Kalau di Australia latihan kita disana hanya 10 hari dengan jadwal latihan yang padat. Pagi kita latihan mulai jam 8-11 pagi. Istirahat cuma pas jam makan siang saja dan kita langsung latihan full sampai jam lima sore," ujar Yandi.

Di dalam sesi latihan yang Sportku.com kunjungi, tim WBA memberikan program pelatihan seperti teknik defense dan teknik pola offense. "Hari ini kita diberikan program latihan zone defense dan transisi dari zone defense ke offense," ujar Rony. "Kami juga berlatih pola offense dengan bermain full court lima lawan lima."

"Kalau untuk transisi offense, biasanya setelah kita mencetak point, langsung kembali ke daerah pertahanan sendiri. Tetapi WBA mengajarkan kita untuk tidak boleh langsung kembali ke tengah lapangan. Mereka ingin ada dua orang yang berada di depan langsung mempressure lawan full court. Sementara tiga orang yang di belakang harus juga membantu," lanjut Yandi menanggapi. "Kuncinya dalam latihan defense adalah komunikasi."

"Kami mempunyai tujuan menambah kemampuan para pemain, tapi kami juga tidak lupa untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh mereka. Maka dari itu, disini kami hanya mengajarkan banyak dribble dan defense," tegas Rob Beveridge.

Latihan berlangsung dengan intensitas sangat tinggi, timnas hanya diberikan waktu untuk beristirahat satu menit saja dan langsung melanjutkan latihannya kembali. Banyak peserta timnas [Dodo dan Andy Batam] yang merasakan keram pada latihan yang tim Sportku.com kunjungi di tanggal 20 Juli tersebut.

"Latihan bersama WBA sangat melelahkan, karena program latihan sangat padat sekali. Dari pagi, hanya break beberapa jam saja dan langsung latihan lagi selama tiga jam," ujar Rony Gunawan.

Pelatih Australia lebih menginginkan latihan yang berkualitas dibanding mementingkan kuantitas. Lebih baik latihan dengan keras tapi efektif, daripada berlatih dalam jumlah yang banyak namun tidak berkualitas.

Seusai latihan, Rob Beveridge [pelatih kepala dari tim WBA] berpendapat bahwa timnas basket putra mempunyai perkembangan yang sangat baik bila dibandingkan ketika berlatih di Perth, Australia.

Yandi sendiri berpendapat bahwa sebenarnya materi latihan yang diberikan oleh pelatih Indonesia dengan pelatih Australia tersebut tidak jauh berbeda. "Kalau kita latihan dengan Rastafari, standar latihannya itu dua jam, dari jam 7-9," ujar Yandi. "Pelatih Australia menyampaikan materi dengan gaya sendiri, seperti teriak-teriak. Tetapi pelatih Indonesia tidak dengan cara seperti itu," lanjut Yandi.

Di akhir latihan, para pemain timnas menggunakan foam roll [bantalan busa berbentuk bulat berwarna biru] dan bola tenis yang berfungsi untuk merilekskan otot-otot badan. Otot-otot badan yang biasanya dipijat saat pendinginan adalah: otot twist, otot paha, otot lutut bagian bawah, dan otot belakang para peserta agar tidak sakit seusai latihan.

Roll biasa diletakkan di lantai, lalu para pemain timnas meletakkan bagian tubuh yang ingin dipijat, lalu melakukan gerakan maju mundur. Untuk memijat bagian kaki dengan bola tenis, prinsipnya sama dengan penggunaan roll. Bola tenis juga dapat digunakan untuk memijat punggung.

Menurut Yandi, foam roll yang digunakan untuk pemanasan dan pendinginan itu sama seperti massage rasanya. "Saat melakukan tennis ball roll, bola tenis harus diinjak oleh telapak kaki para peserta latihan, itu sangat tidak enak rasanya. Tapi terpaksa mesti dilakukan karena semua syaraf otot terdapat di telapak kaki," ujar Yandi.

"Coach Beveridge itu memperhatikan sekali hal-hal kecil sebelum latihan dan saat pendinginan. Contohnya kita disuruh foam roll dan tennis ball roll dulu sebelum dan sesudah main supaya otot kita tidak kaget," tegas Yandi.

Basketball Babes
Bikini Basketball