Setelah Menunggu Tiga Musim, Akhirnya Indonesia Warriors Menjadi Juara ABL
Setelah Menunggu Tiga Musim, Akhirnya Indonesia Warriors Juara ABL
Sun, 29 Jul 2012 | 22:50
Teks : Neilson Gautama
Dibaca : 46.615 kali
*
Embed code : Kaskus Embed Download

SPORTKU.COM - Setelah menunggu tiga musim, akhirnya Indonesia Warriors menjadi juara ABL. Warriors menjadi juara ABL untuk pertama kalinya setelah ABL berjalan tiga musim. Prestasi itu lebih baik dibanding capaian mereka pada musim perdana yang menjadi runner up. Pada tahun 2010, Warriors yang masih bernama Satria Muda Britama dikalahkan Philippine Patriots dengan skor 0-3.

Setelah gagal mengangkat trophy ABL di season satu dan dua, Indonesia Warriors menjadi juara kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) setelah mampu mengalahkan San Miguel Beermen dengan skor 78-76 di Ynares Sports Arena, Pasiq City, Filipina, Sabtu (30/6).

Warriors mendapat dukungan dari 100 mahasiswa Indonesia yang sekolah di Filipina, untuk menghadapi riuhnya dukungan tim tuan rumah yang memenuhi stadion Ynares.

Berkat kemenangan itu, Warriors unggul agregat 2-1 atas Beermen dalam sistem best of three. Stanley Pringle dkk kalah pada gim perdana, namun mampu merebut dua gim berikutnya. Pada gim perdana, selaku tuan rumah Beermen mengukir kemenangan 86-83. Pada gim kedua di Jakarta, Warriors mampu membalas kekalahan dengan skor 81-61.

basket, indonesia, basket indonesia, sportku, Setelah, Menunggu, Tiga, Musim, Akhirnya, Indonesia, Warriors, Menjadi, Juara, ABL

Kemenangan yang diraih Warriors tidaklah diraih dengan permainan cantik. Sempat unggul 59-71 di sisa lima menit pertandingan, big lineup Beermen [C. June Mar FAJARDO, PF. Fazekas, SF. Duke Crews, dan guard Banchero/Avenido/Baguion] yang efektif membuat Warriors kewalahan anehnya baru banyak dimainkan di kuarter keempat.

Froncourt Beermen yang besar [dan bermain semi zone defense] membuat Warriors sulit mencetak angka, sehingga Warriors sempat tersusul 74-76 di sisa 29 detik pertandingan.

Banchero yang juga bermain efektif [16 pts, 5 rpg, 8 apg] memanfaatkan mismatchnya dengan Canada, entah kenapa tidak dimaikan coach Bobby Parks di akhir pertandingan karena terkena 5 fouls. Mungkin coach Parks menyimpannya untuk overtime, namun terkadang pelatih harus berani berjudi dengan resiko yang sudah dipertimbangkan matang-matang.

Warriors membutuhkan missed shot, lucky rebound, dan loose ball disana-sini untuk bisa mengamankan kemenangan.Ketika Warriors unggul 78-76 di sisa 17 detik pertandingan, Pringle difoul oleh Fernandez untuk menghentikan waktu pertandingan dan mendapatkan possesion kembali. Pringle gagal memasukkan kedua free throw penting tersebut, possesion milik Beermen.

Lagi-lagi Warriors didampingi oleh Dewi Fortuna ketika Leo Avenido gagal memasukkan dua points yang bisa menyamakan kedudukan. Namun Brock bisa mengamankan defensive rebound dan langsung difoul Beermen dengan sisa waktu 1.6 detik di pertandingan. Lagi-lagi Brock gagal memasukkan dua free throw penting untuk Warriors tersebut. Untungnya sisa waktu pertandingan terlalu sedikit untuk Beermen bisa meraih kemenangan.

Namun itulah yang dibutuhkan sebuah tim untuk menjadi juara. Dengan segala kekurangan Warriors, mereka masih bisa menemukan cara untuk memenangkan pertandingan, baik itu melalui defense, rebound, ataupun mengejar loose ball demi meraih kemenangan.

Sebelumnya, pelatih Warriors John Todd Purves menyatakan, timnya membawa nama baik Indonesia di kancah Asia Tenggara. “Kalau kami juara maka kami mengharumkan nama Indonesia,” katanya. Sekarang, ucapan Todd telah terwujud.

basket, indonesia, basket indonesia, sportku, Setelah, Menunggu, Tiga, Musim, Akhirnya, Indonesia, Warriors, Menjadi, Juara, ABL

Evan Brock terpilih sebagai MVP turnamen dengan raihan 21.6 ppg, 13.6 rpg, dan 2 apg selama di Finals ABL 2012. Brock mengalahkan rekan setimnya Stanley Pringle, yang juga bermain gemilang selama Finals ABL 2012 [20 ppg, 5rpg, 2 apg].

Pringle memang menjadi kunci serangan Warriors selama Finals ABL 2012, terutama di game terakhir. On fast break, Pringle hampir tidak mungkin dihentikan lawan. Pada offense satu lawan satu, Pringle juga bisa menerobos melewati penjagaan defender tanpa bantuan screen dari rekan setim. Namun usaha kolektif Brock di offense dan defense dari game satu sampai tiga membuatnya terpilih menjadi pemain terbaik.

Memang kalau dilihat dari statistik, Brock dan Pringle tidak dapat dihentikan oleh pemain Beermen. Pringle [11/14 FT] dan Brock [9/19 FT] sendiri mendapat jumlah free throw lebih banyak dari seluruh pemain Beermen: 14/21 FT. Again, these two guys lah yang menjadi kunci penting kemenangan Warriors di Final ABL 2012.

Beermen: Duke Crews (29), Chris Banchero (16), Nick Fazekas (11), Leo Avenido (9), Junmar Fajardo (8), Froilan Baguion (3).  

Warriors: Stanley Pringle (28), Evan Brock (15), Steve Thomas (10), Jerick Canada (7), Joseph Allan Salangsang (7), Mario Wuysang (4), Arki Dikania Wisnu (4), Amin Prihantono (3).

 

Q1

Q2

Q3

Q4

Final

Beermen

13

20

20

23

76

Warriors

19

19

26

14

78

*Saksikan video penyerahan trophy juara ABL season tiga berikut [tidak ditayangkan di ESPN karena sudah over duration. Unless anda berada di Filipina, anda pasti belum pernah menyaksikan video dalam artikel ini].

Basketball Babes
Bikini Basketball